Logo
http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Monday, 21 April 2014
Word Culture Forum 2013
Written by Made Sudiarta    Thursday, 24 June 2010 00:18    PDF Print E-mail
Tema :alt''Kekuatan Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan”

      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka World Culture Forum (WCF) di Nusa Dua, Badung. Forum ini akan mendiskusikan berbagai isu penting tentang budaya dan pembangunan. Tujuannya untuk mempererat persahabatan antar negara melalui hubungan kemasyarakatan, menciptakan peradaban dunia yang harmonis, dan mendiskusikan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi Indonesia kegiatan ini diharapkan dapat menetapkannya sebagai Global Home for the International Cultural Agenda.

Dalam forum ini ada empat poin penting yang akan dibahas dan menjadi kerangka kerja dari WCF 2013. Empat point tersebut adalah:

•    Culture, Freedom and Social Sustainability
•    Culture and Economic Sustainability
•    Cultural Convergence in a Global Context
•    Culture and Environmental Sustainability

   Indonesia menawarkan pendekatan kebudayaan sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan yang akan dibahas dalam WCF yang dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (27/11) mendatang. Dikatakan, baru kali ini kekuatan kebudayaan dibahas secara mendunia untuk melengkapi forum ekonomi dan lingkungan yang sudah ada terlebih dahulu. ''Pembangunan berkelanjutan  ( sustainable ) tidak cukup dibahas melalui pendekatan ekonomi dan lingkungan semata. Namun, perlu dilengkapi dengan sudut pandang kebudayaan yang diintegrasikan secara utuh.
Kebudayaan bukan hanya sebagai pendukung semata tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan yang ke depan dapat mengantar kepada proses transformasi peradaban. WCF yang digelar di Nusa Dua, Bali ini mengusung tema ''Kekuatan Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan'' dan merupakan prakarsa Presiden SBY yang dicetuskan pada 2005.
Setidaknya 17 menteri kebudayaan telah memberikan konfirmasi untuk menghadiri forum ini. Sementara itu, sejumlah negara lainnya mengirim delegasai kebudayaan ke forum yang melibatkan sekitar 1.000 orang. Selama dua hari ini akan digelar berbagai simposium yang menghadirkan sejumlah pembicara seperti peraih Nobel bidang Ekonomi Amartya Sen dan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova. ''Sedangkan pada hari ketiga, seluruh peserta dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jatiluwih, Tabanan guna menyaksikan kegiatan sistem irigasi tradisional atau subak,'' katanya memaparkan. Selain itu, sejumlah kegiatan serangkaian WCF juga digelar di beberapa tempat seperti pameran dokumen sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia di Museum Adagana, Gianyar; Festival Film Dokumenter yang diputar di XXI Beachwalk Kuta dan World Etchnic Music Festival di Art Center Denpasar. Indonesia sendiri akan diwakili beberapa event tahunan budaya dan pariwisata, meliputi:  Solo Batik Festival, Jember fashion CarnivalJogja Batik Carnival, Bali (Ogoh-ogoh) Carnival, Reog Ponorogo Festival, Dani Festival (Papua), dan Tomohon Flower Festival. Sementara pada jamuan makan malam di Garuda Wisnu Kencana, ratusan seniman dari berbagai belahan dunia unjuk kepiawaian berolah seni dalam sebuah pementasan kolosal mewakili budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan penampilan sejumlah festival di dunia. Menurut Rektor ISI Denpasar Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., kurang lebih ada 400 seniman dari ISI Denpasar dilibatkan dalam pagelaran seni yang dihadiri para delegasi dari seluruh dunia tersebut. ''ISI Denpasar ditunjuk bersama IKJ Jakarta yang menampilkan pementasan seni tari dari berbagai daerah di Indonesia,  pementasan tari kolosal, ada tari Papua, Sumatera, Jawa. (made)

Last Updated ( Wednesday, 27 November 2013 11:18 )
 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA